Thursday, April 17, 2014

SONIC LINGUISTIC 2014


SONIC LINGUISTIC, sebuah nama acara tahunan MAN Insan Cendekia Serpong yang merupakan singkatan dari Show your brain on science, Link your imagination on Language, Sport, Journalistic, Art and Culture, dimana di dalamnya terdapat 22 lomba –dengan adanya 2 lomba baru yaitu mini soccer dan pidato bahasa arab– terangkum di 4 bidang yang berbeda : IPTEK, Bahasa, Jurnalistik, dan Seni Budaya Olahraga. Dilaksanakan pada tanggal 22-23 Februari dan 1-2 Maret 2014, SONIC LINGUISTIC –atau sering disingkat menjadi sonlis – tahun ini merupakan tahun ketujuh pelaksanaan dan hadir dengan sebuah tema: “ancient valor” . Sonlis tahun ini didominasi oleh cerita-cerita legenda dan dunia fantasi –sesuai dengan tema yang diusung– sehingga sonlis tahun ini terlihat lebih berwarna dan ceria.

Sonlis tahun ini pun secara kuantitas peserta lebih ramai. Dengan total peserta sekitar 1770 siswa yang berasal dari daerah-daerah dari Aceh hingga Makassar dan melibatkan lebih dari 200 institusi pendidikan, sonlis menuntut sekolah-sekolah yang berlomba untuk berkompetisi secara sehat dalam memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Banten.

Dalam waktu lima bulan, panitia yang berjumlah sekitar 230 orang, mencari dana dan peserta hingga hari yang ditunggu pun tiba. Sabtu, 22 Februari 2014, sonlis 2014 dibuka oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Prosesi pembukaan acara diramaikan oleh penampilan dance, band panitia yang menyanyikan theme song sonlis, dan parade 22 lomba di sonlis. Setelah sonlis resmi dibuka peserta mulai berkompetisi hingga 4 hari berikutnya. Dalam meningkatkan kualitas perlombaan, panitia sonlis juga melibatkan beberapa juri ekspatriat yang memiliki kapabilitas mumpuni dalam menentukan pemenang lomba seperti juri native speaker dari Al Azhar Kairo, Amerika Serikat, dan Skotlandia.

Selama perlombaan dilaksanakan, pengunjung yang bukan peserta lomba juga tidak akan bosan, karena panitia menyediakan bazaar sebagai pusat jajanan dan juga perhelatan street performance tiap harinya. Tiap siang hari, pengunjung bazaar mendapat hiburan seperti performance jimbe (gendang afrika), band, flashmob, hingga parade 7 sonlis yang berpawai mengelilingi kampus MAN Insan Cendekia Serpong. Panita juga menyiapkan pohon komentar di tengah bazaar sebagai tempat bagi pengunjung untuk mengomentari dan memberi saran untuk sonlis dan nantinya bisa menjadi bahan evaluasi pantia untuk sonlis-sonlis berikutnya. Stand-stand yang panitia sediakan di bazaar tidak hanya diisi oleh pedagang namun juga beberapa institusi pendidikan yang mempromosikan jasanya seperti PORIN Indonesia yang menawarkan jasa les bahasa Rusia, Euro Management yang menawarkan akses pendidikan murah di Eropa, maupun Bimbingan belajar Lavender yang menawarkan paket karantina persiapan masuk perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Setelah 4 hari dilaksanakan, sampailah sonlis ke upacara penutupan di hari Minggu, 2 Maret 2014. Panitia menganugerahkan piala, medali dan uang pembinaan kepada para pemenang ditambah juga voucher beasiswa oleh Bimbel Lavender. Setelah menghitung poin perolehan juara dari tiap sekolah, panitia memutuskan bahwa Juara umum SONIC LINGUISTIC 2014 adalah SMPI Al Azhar 8 Kemang Pratama dan panitia menganugerahkan Piala Bergilir Gubernur Banten pada sekolah tersebut. Setelah Piala Bergilir diberikan maka dengan resmi SONIC LINGUISTIC 2014 “ancient valor” resmi ditutup. Semoga jargon sonlis tahun ini yaitu “enchanting ideas” dapat menginspirasi para peserta untuk terus berinovasi tiada batas dan membuat ide-ide yang “enchanting” atau cemerlang!

Berikut adalah beberapa foto yang diambil pada perhelatan ini:

Opening Ceremony 


Beberapa perlombaan pada Sonic Linguistic 2014

 







Parade 7 Sonlis




Closing Ceremony




Sunday, April 13, 2014

HASIK 2014


Penampilan dari komunitas HORAS

Minggu 23 Maret 2014. Hujan deras di minggu pagi ini tak mengusik semangat OS-Cendekia untuk melaksanakan suatu event yang –mungkin– masih asing di telinga siswa-siswi MAN Insan Cendekia Serpong. Event ini tidak seperti Gakic yang dilaksanakan setiap tahunnya, tidak juga seperti Harmonika yang merupakan event pengganti Betrayal, ataupun Acasana yang menggantikan Eureka. Event ini merupakan event langka, yang baru pertama kali diadakan di MAN Insan Cendekia Serpong.
Hasik. Satu kata yang memiliki makna, Hari Musik. Hasik merupakan acara yang diadakan oleh Divisi PPBN –Sonananai– berkerjasama dengan Divisi Seni dan Budaya –Gol D Ace– yang diketuai oleh Rasyid Muhammad Amirul Muttaqin (XI NS 4) selaku Koordinator Divisi PPBN untuk memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret, lalu. Hasik juga merupakan lanjutan dari acara Revolution yang dahulu diadakan oleh Divisi PPBN dan Divisi Bahasa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Jadi Hasik adalah Revolution 2. Bagian dari peringatan Hari Besar Nasional yang diprogram kerjakan oleh Divisi PPBN.
Event ini memang cukup berbeda dengan event-event lainnya. Seringkali kita temui event-event yang memberikan perlombaan antarkelas, namun Hasik tampil dengan perlombaan antarkomunitas daerah asal. Sesuai dengan nama event ini, Hari Musik, event ini memberikan kesempatan bagi para komunitas untuk ‘mengunjukgigikan’ musik asal daerahnya. Mulai dari HORAS, komunitas asal Sumatera, yang menampilkan lagu Ayam Den Lapeh; JATMIKO, komunitas asal Jawa Timur, yang menampilkan lagu Rek Ayo Rek; GBF, komunitas asal Jawa Barat, yang menampilkan lagu Tokecang; SEJATY, komunitas asal Jawa Tengah, yang menampilkan lagu Lir Ilir; dan MEGAKOM, komunitas asal sejabodetabek, yang menampilkan lagu Jali Jali. Alunan angklung yang menjadi alat musik wajib dalam perlombaan event ini pun mengundang sorak-sorai yang meramaikan Gedung Serbaguna yang biasanya sepi di minggu pagi itu.
Seusai penampilan dari setiap komunitas, Sonananai dan Gol D Ace menghadirkan sebuah video berupa sejarah ditetapkannya Hari Musik itu sendiri, yaitu dalam rangka mengenang jasa WR. Supratman. Untuk memberikan esensi dari event ini dan sebagai penanaman Nasionalisme kepada Indonesia, seusai video tersebut, siswa-siswi MAN Insan Cendekia pun berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan WR. Supratman yang pertamakalinya bersama-sama. Lantang namun tetap khidmat. Dipimpin oleh Anggia Dwi Cahyani (XI SS 2) dan diiringi lantunan keyboard  oleh Muhammad Imam Adi Wicaksana(X-3), lagu Indonesia Raya tersebut menggaung indah dalam naugan Gedung Serbaguna.
Terakhir, adalah pengumuman pemenang. Juara 1 diraih oleh SEJATY. Sedangkan Juara 2 diraih oleh MEGAKOM. Namun sebanarnya, tiap-tiap komunitas telah menampilkan penampilan yang sangat spektakuler dan keren.

“Kenali ragam budayamu, Cintai musik IndonesiaJ

Saturday, January 25, 2014

HARMONIKA 2014

D' G. I. Jae (Final)
Hopeless (final)
Facemorpher (audisi)

Scarlett (audisi)

Bieber (audisi)




                Phil mulai bosan dengan kehidupannya di geng. Dia pun berkelana untuk mencari apa yang sebenarnya ia inginkan. Phil pun mengunjungi sebuah pameran budaya. Di sana, ia bertemu wanita pujaan hatinya yang amat mencintai budaya Indonesia. Untuk membuktikan cintanya, Phil membuat sebuah pagelaran musik bernama Harmonika (Harmoni Musik Insan Cendekia).

                Perlombaan band bertemakan cinta ini berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, setiap band yang tampil di final  tidak hanya membawakan lagu bebas, tapi juga wajib membawakan lagu daerah. Sehingga, acara yang diketuai oleh Rais Kun Fajar ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan bermusik dari siswa-siswi MAN Insan Cendekia Serpong, melainkan juga turut membantu menjaga dan melestarikan budaya-budaya Indonesia yang beragam.

                Babak penyisihan yang diadakan pada Minggu, 19 Januari 2014 ini diikuti oleh 15 band. Kelima belas band ini diseleksi hingga mengerucut menjadi 5 band pada babak final yang diadakan pada Sabtu, 25 Januari 2014. Mereka adalah Face Morpher, D’ G.I. Jae, Scarlett, Hopeless, dan Bieber. Malam puncak kali ini juga diramaikan dengan performance oleh Vanilla Latte serta Breaking Down yang merupakan band alumni juga band dari guru.Kelima band finalis serta ketiga band tamu ini berhasil membuat seisi GSG – yang merupakan venue acara – ikut bernyanyi bersama. Apalagi, kelima band finalis ini masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda. Dari Facemorpher yang membawakan lagu bergenre rock, D’ G. I. Jae yang membawakan lagu pop, Scarlett yang kesemua personilnya perempuan, Hopeless yang membawakan lagu bergenre rap, serta Bieber yang membawakan lagu bergenre jazz.

                Berbagai penghargaan pun diberikan di akhir acara:
·         Juara I                                   : Hopeless
·         Juara II                                  : Face Morpher
·         Band Terfavorit                      : Bieber
·         Vokalis Terbaik                      : Muhammad Hilmi Al-Fatih (Bieber)
·         Gitaris Terbaik                       : Rahadian Irsyad (Hopeless dan Face Morpher)
·         Drummer Terbaik                   : Sonny Adhitya Sudhana (Hopeless dan Face Morpher)

Thursday, December 26, 2013

IC AWARD IX




Jumanji. Film fantasi yang bercerita tentang sebuah board game yang ajaib inilah yang menjadi tema pada acara IC Award IX. Acara insidental dari Divisi Kedisiplinan OSIS ini diselenggarakan pada 19 Desember 2013 dan diketuai oleh Taufiqurrahman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada acara ini dibagikan berbagai award dan penghargaan dari BPH (Badan Pengurus Harian) dan 11 divisi OSIS lainnya. Selain itu, diberikan juga beberapa special awards dari guru-guru mata pelajaran dan perpustakaan.

Sebelum acara dimulai, diadakan sedikit pemutaran film Jumanji . Acara dimulai dengan pembukaan dan pemutaran video opening yang cukup menarik. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan nominasi dan penghargaan dari 11 divisi OSIS. Pembacaan award ini diselingi dengan sebuah performance dari band Facemorpher yang membawakan lagu “Jet Lag”. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan nominasi dari BPH OSIS dan kemudian special awards dari guru-guru.

Acara IC Award IX ini terbilang sukses. Selain video opening, konsep acara dan dekorasinya juga cukup menarik. Kendala di bidang multimedia yang biasanya dialami juga dapat dikatakan hampir tidak ada. Ditambah lagi, adanya home band yang mengiringi dari awal hingga akhir acara yang membedakan IC Award kali ini dengan IC Award pada tahun-tahun sebelumnya.

PROTISTA 2013



“Kompak Bersama, satukan semangat, jalin kreativitas, bersama di protista”

adalah kata-kata yang sering diserukan oleh panitia acara pada opening dan closing ceremony acara protista. Protista, sesuai kepanjangannya, PeRtandingan Olahraga anTar tIga Satuan angkaTAn, adalah sebuah acara insidental OSIS divisi olahraga berupa kompetisi olahraga antar 3 angkatan di MAN Insan Cendekia Serpong. Pesertanya adalah Eisthera Gritanefic (angkatan 19), Astonic Dralen Relaston (angkatan 18), dan Magnivic Alencearin (angkatan 17). Protista ini dilaksanakan setelah UAS pada tanggal 13-20 Desember 2013.
Ada 4 cabang olahraga yang di lombakan, yaitu sepak bola, basket, Voli, dan krida. Pertandingannya dilakukan setiap pagi dan sore, khusus krida dilakukan hari Minggu pagi. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan kekompakan antar angkatan dan di dalam angkatan itu sendiri, serta memupuk kreativitas dan sportivitas siswa MAN Insan Cendekia Serpong, juga untuk melepas penat sehabis UAS.
Perlu diketahui, acara yang diketuai oleh M. Izzat Nugraha kelas X-6 ini merupakan acara pertama yang seluruh panitianya berasal dari kelas X.
Walaupun sempat ada konflik, Protista tetap berjalan dengan lancar dan ditutup dengan Closing ceremony yang menampilkan video closing dan pembacaan pemenang. Juara umum diperoleh oleh angkatan XVII, Magnivic Alencearin. 

GLYPH 2013





Pada tanggal 16 November 2013, Divisi Bahasa OSIS kembali mengadakan perlombaan antar angkatan dengan nama acara “Glyph”. Acara kali ini mengusung tema sejarah dan diketuai oleh Reyhan Daffa At-Thariq (XI NS 3). Ada empat cabang lomba, yakni mural, drama, freestyle, dan parade. Malam puncak acara ini diadakan di GSG dengan penampilan freestyle dan parade dari kedua angkatan yang menjadi peserta, Eisthera Gritanefic (kelas X) dan Astonic Dralen Relaston (kelas XI).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kekompakan masing-masing angkatan dan menjalin hubungan persaudaraan antara kedua angkatan.  Para peserta terlihat begitu antusias mengikuti  acara ini, bahkan parade tetap ditampilkan di lapangan upacara meski sedang hujan gerimis. Acara ini juga diselingi special performance oleh seorang alumni dari angkatan 16 (Foranza Sillnova), Kak Rosyad Hizbussalam.


Hasil dari lomba ini, Astonic memenangkan lomba parade, freestyle, dan mural, sedangkan Eisthera memenangkan lomba drama.

MUZDALIFAH 2013


Seperti biasanya, malam 1 Muharram di MAN Insan Cendekia Serpong tak pernah kosong dari acara. Kali ini, OSIS MAN Insan Cendekia Serpong mengadakan acara yang bernama Muzdalifah atau singkatan dari Malam Untaian Zikir DAlam LImpahan Fitrah dan rahmAH yang diadakan pada tanggal 4 November 2013. Acara yang kerap kali diadakan satu kali per semester kali ini diketuai oleh Muchtarom. Lantunan ayat suci Al-Quran oleh Ghiyats Naufal Kusuma beserta sari tilawah oleh Lina Rahmawati berhasil membuka acara ini dengan khidmat, ditambah penampilan istimewa dari tim Hadrah MAN Insan Cendekia Serpong. 

Dalam acara ini siswa-siswi MAN Insan Cendekia Serpong mengikuti talkshow yang membicarakan tentang Jaringan Islam Liberal atau JIL. Tujuannya agar siswa-siswi MAN Insan Cendekia Serpong lebih paham tentang JIL dan dapat menghindarinya. Talkshow yang dibawakan oleh pembicara M. Ardiansyah, MA ini berjalan cukup menarik. Siswa-siswi diajak berdiskusi dan berperan aktif dalam talkshow ini sehingga banyak pengetahuan yang disampaikan secara efektif dan menyenangkan. Setelah talkshow selesai, acara dilanjutkan dengan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) bagi ikhwan di masjid, sedangkan yang akhwat dipersilahkan untuk tidur di asrama masing-masing.

Bukan Muzdalifah namanya jika tak ada acara nonton bareng. Memang berbeda dari biasanya yang mengadakan nonton bareng hingga larut malam, Muzdalifah kali ini mengadakan nonton bareng di hari kedua, tepatnya setelah sholat shubuh selesai dilaksanakan. Dengan ditemani oleh teh panas dan beberapa makanan ringan yang disediakan panitia, film berjudul “Bidadari-Bidadari Surga” yang diangkat dari novel  Tere Liye ini cukup membuat penonton antusias hingga penghujung acara.  

Banner

 

Copyright @ 2013 OS - CENDEKIA.