Friday, May 10, 2013

I-Care 2013

Sebuah wujud kepedulian masyarakat kini kepada sesama saudara yang kurang mampu. Acara berbasis solidaritas ini sudah lama ditekuni oleh pihak OSIS MAN Insan Cendekia. Hanya saja, penyelenggaraannya selalu berada di tempat yang berbeda dari tahun ke tahun agar pendistribusian terjadi sama rata. Selama 2 periode lamanya I-Care 2013 ini dilakasanakan di wilayah MAN Insan Cendekia dan Desa Pengasinan. Kloter pertama pada Sabtu, 26 Januari 2013 di Serpong itu membuka sebuah pendonoran darah yang tepatnya dilaksanakan di Gedung B. Kerjasama dengan PMI ini tentu membuahkan hasil yang lumayan. Tak sedikit siswa-siswi IC yang turut mendaftarkan diri untuk mendonorkan darah mereka, termasuk sang Ketua OSIS. Meskipun pada akhirnya ada satu-dua dari mereka yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan baik tekanan darah, Jumlah Hb, berat badanm maupun umur. Kekecewaan para siswa yang tidak dapat mendonorkan darah Januari itu terbayarkan dengan dibukanya pendonoran darah II yang juga dilaksanakan di MAN Insan Cendekia (04/05/13). Jumlah pendonor periode ini tak kalah banyak dengan para pendonor bulan Januari lalu. Bahkan ada beberapa siswa yang mendonorkan darahnya 2 kali. Hari Sabtu itu juga menjadi hari pertama I-Care 2013 yang telah ditunggu-tunggu sekian banyak orang. Selain dibukanya stand donor darah, terdapat pembagian beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi dari beberapa sekolah. Mereka jauh-jauh datang dari sekolah mereka semata-mata untuk turut memeriahkan acara ini. Begitu peserta beasiswa turun dari kendaraan penjemput, kedatangan mereka langsung disambut ramah oleh tutor-tutor yang siap memandu perjalanan singkat mereka. Ya, dengan beruntunggnya para peserta beasiswa itu berkesempatan untuk menambah ilmunya mengenai sedikit tentang profil MAN Insan Cendekia. Waktu mulai menginjak pukul 11 siang, peserta beasiswa pun digiring menuju plaza untuk melakukan sebuah permainan interaktif. Usai itu barulah di ruangan Audio Visual diberikan beasiswa berupa seperangkat alat sekolah dan bantuan uang. Sementara di sisi lain, Gedung Serba Guna kali itu sedang diramaikan dengan adanya distribusi sembako dan pakaian gratis. Sejak pagi pukul 8.30 pagi warga Kampung Atas sudah mulai berdatangan. Sebuah stand kecil di pintu masuk pun diharapkan dapat menarik perhatian para pendatang I-Care untuk menjadi salah satu peserta Khitanan Massal. Setelah waktu dzuhur, barang-barang sembako dan pakaian yang masih tersisa pun segera dikemas untuk dibawa menuju Desa Pengasinan. Beberapa panitia tinggal di tempat untuk menyiapkan hari ke-2 I-Care 2013 yang berisi Khitanan Massal, Free Aids, dan Distribusi Sembako murah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, I-Care 2013 yang diselenggarakan di Desa Pengasinan ini mampu menghadirkan sejumlah 750 orang. Yang jumlahnya lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 350 warga. Pasca pembukaan oleh ketua acara M. Alfi Syahrin, barulah warga Desa Pengasinan berderet menyerbu serangkain sembako murah. Di sudut lain, warga yang telah melakukan pendaftaran dapat melakukan cek kesehatan di ruang Free Aids. Di samping ruangan tersebut terdapat ruangan Khitan Massal. Tak sedikit dari anak-anak yang berumur di bawah12 tahun yang menangis ketakutan. Namun tangisan itu terhenti begitu mereka mendapatkan bingkisan tas. Alhamdulillah I-Care siang itu dapat berjalan lancar meskipun pengunjungnya mencapai 800 orang. Para warga mengaku turut senang dengan diselenggarakannya acara social ini. Dan tanpa adanya suatu kerusuhan, pasca dzuhur venue sudah mulai dapat dibersihkan dan ditata seperti semula.

Sunday, May 5, 2013

Eureka 2013 - "Security"


Malam puncak acara Eureka! 2013 dari Divisi IPTEK ini berlangsung pada Sabtu malam tanggal 20 April 2013. Dimulai sejak tanggal 29 Maret 2013 dengan lomba Holmes & Watson dan disusul dengan lomba-lomba lain seperti  Brain War, Eureka House, Eureka Tool, dan Advertisement Video. Sebelas kelas dari kelas X dan kelas XI pun berkompetisi untuk menduduki posisi jawara pada lomba-lomba tersebut. So, kelas apa yang akan mendapatkan posisi-posisi tersebut?
                Malam Puncak
                Malam itu acara puncak EUREKA 2013 dibuka pada pukul 20.20 WIC. Acara bertemakan “Security” ini dimulai dengan penyuguhan sepotong film Sherlock Holmes pertama yang dilanjutkan dengan Video Opening EUREKA 2013. Kemudian seisi Gedung Serba Guna mendadak riuh ketika pembawa acara membacakan acara selanjutnya yaitu sambutan dari  ketua panitia EUREKA 2013, Ibadurrahman.
                Update Eureka tahun ini ada format twitternya, lho! Di tengah acara ditampilkan timeline twitter EUREKA 2013 yang berfollowkan 20 juta lebih followers. Mention-mention  dari petinggi-petinggi Indonesia hingga mancanegara membuat tawa membahana dari para peserta EUREKA 2013. Mulai dari S.B. Yudhoyono, Barack Obama, Usamah bin Laden, Eyang Subur, dan  lain sebagainya. Tentu saja buatannya paniitia acara.
                Acara selanjutnya yaitu penampilan Advertisement Video yang dilanjutkan dengan penjelasan oral Eureka Tool
Di hadapan para juri, dari perwakilan masing-masing kelas. Dua juri kelas XII yaitu Iqbal Maulana dan faris Bahauddin serta seorang tamu perwakilan dari guru MAN Insan Cendekia Serpong ,yaitu Ibu Yelnita Nova  memperhatikan prensentasi kelas demi kelas dengan seksama. Sesekali kedua juri itu memberi komrntar dan bertanya-tanya mengenai Eureka Tool yang dibuat masing-masing kelas.
                Penampilan Advertisement Video pertama yaitu dari kelas X-4 (Cavernous) yang dilanjutkan  presentasi dari Giffari Arsyad dan Nahla Nurusshafa mengenai Eureka Tool mereka yang ber “ Lampu Tiaroh”. Selanjutnya dari kelas XI NS 3 (BMW) yang kemudian dipresentasikan oleh Luthfi Naufan Yamin dan Satrio Wahyu Fathurrahman dengan Eureka Tool “Aibox”. Lalu kelas X-1 (Ifthorex) yang dipresentasikan oleh Rasyid, Sonny, dan Daru dengan “Eureka Welcome” mereka. Selanjutnya XI NS 2 (Capuccino) yang setelah itu dipresentasikan oleh M. Wisnu Satria Gunandhika dan Fata Hudaya tentang Pendeteksi Getaran. Kemudian XI NS 1 (Becak Adem) yang dipresentasikan oleh M. Afriadi MTD dan Dimas Ihsan Rashidi mengenai Eureka Tool “Babi Trap” mereka.
                Setelah di tengah acara ditampilkan format twitter Eureka 2013 buatan panitia acara, acara kembali dilanjutkan dengan Advertisement Video dari kelas X-5 (Unpentium Betelgeuse) yang kemudian dipresentasikan oleh Gantang, Nofri, dan Mufid mengenai ‘Water Detector Eureka’ mereka. Selanjutnya kelas XI SS 1 (Saragossa Syndrome) tentang ‘Magic Box’ yang ternyata tak ada yang mempresentasikan karena tak ada wujud asli alatnya dikarenakan alatnya cukup banyak dan rumit. Lalu kelas XI NS 4 (Lapas 114) mengenai Resleting Ajaib yang kemudian dipresentasikan oleh Ghufron Fawaid dan Muhammad Nur Fauzan. And the last, dari kelas X-2 (Raxivenn) yang kemudian dipresentasikan oleh Raka dan Alya tentang Eureka Tool mereka yang diberi nama ‘Eurekaleng’.        Setelah acara penampilan Advertisement Video dan presentasi Eureka Tool dari tiap kelas telah selesai, ditampilkan sebuah video Holmes Analysis yang berdurasi vukup panjang hingga membuat beberapa peserta merasa bosan ditambah suasana panas di dalam ruangan dan juga dikarenakan sound yang kurang baik sehingga para peserta tidak bisa mendengar dengan baik audio dari video tersebut.
                Belum selesai Holmes Analysis ditampilkan, acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan the winner dari masing-masing lomba.
Acara pun ditutup dengan Video Closing yang bersambung dari Video Opening sebelumnya. Sekitar pukul 22.20 WIC acara EUREKA 2013 pun resmi ditutup. (MJ)

Saturday, March 9, 2013

SONIC LINGUISTIC (H3)

Tak kalah dengan dua hari Sonic Linguistic sebelumnya, hari ketiga yang dilaksanakan pada 9 Maret 2013 ini menyuguhkan berbagai performance spektakuler. Pelaksanaan lomba pun paling banyak diadakan pada hari ketiga.  Jelas saja, lomba-lomba yang ada pun lomba yang pesertanya diikuti oleh rombongan seperti LKBB, Basketball Competition, Short Movie Competition,Design Grapich Competition,Photo Marathon,Saman Dance dan Graffiti Competition. Bahkan masih ada beberapa lomba lain yang diadakan pada hari itu.
              
              Di hari ketiga ini, lomba-lomba seperti Short Movie, Design Grapich Comp, Journalist on the Spot, Photo Marathon yang merupakan lomba di bawah bidang Jurnalistik, seluruhnya dilengkapi oleh sebuah seminar. Para peserta lomba bidang Jurnalistik mengaku puas mendapat seminar sesuai bidang lombanya. Materi yang disampaikan oleh pembicara benar-benar membuat mulut-mulut mereka terkatup diam. Pengisi acaranya pun bukan orang biasa. Contohnya saja seminar jurnalistik yang berhasil mengundang  pemimpin redaksi Majalah Janna, Bapak Agung  P Vazza.

                Sementara di pagi buta itu, telah terlihat segerombolan perempuan-perempuan ayu yang berderet di sepanjang koridor  wisma. Di tempat itulah panitia menyediakan tempat bagi mereka untuk berganti pakaian atau sekedar berlatih sebelum tampil. Dari sekian banyak regu yang mengikuti kompetisi ini, mayoritas mempunyai gerakan dasar yang sama. Akan tetapi kelihaian mereka membuat formasi dan gerakan tambahan tentunya membuat para penonton terpukau. Tapi tidak sembarang orang yang bisa menonton pementasan lomba tari saman ini. Hanya mereka yang mau menyisakan sedikit uang untuk membeli tiket masuk yang harganya sangat terjangkau. Terlebih lagi mereka bisa mendapat konsumsi tambahan berupa minuman Hydro Coco. Dalam pelaksanaannya, tidak sedikit dari para kontestan yang melakukan kejadian-kejadian ganjil. Entah properti yang jatuh saat menari maupun penari yang lupa gerakan sehingga membuat penonton terhelak tertawa. 

                
Di sudut lain, Graffiti Competition yang juga diadakan hari itu menghibur para peserta maupun siswa-siswi Man Insan Cendekia dengan dihadirkannya sekelompok bomber terkenal yaitu “Bujangan Urban” dan “Koma Indo”. Bahkan sejak dimulainya Grafitti Competition, banyak mata yang tertarik untuk melihat para bomber beraksi. Terlebih lagi saat kedua juri Graffiti Competition menampilkan kebolehannya dengan nge-bomb ­di atas sebuah papan triplek besar yang memang telah disediakan khusus untuk mereka. Aksi yang dimulai sehabis dzuhur ini tak juga kehabisan penontonnya bahkan sampai mereka merampungkan karyanya.

                Meskipun terdapat pengunduran jadwal pelaksanaan beberapa lomba, hari ketiga Sonic Linguistic 2013 tetap berjalan dengan begitu sempurna.